BOGOR – Beritapolri.com || Di balik desain rumah modern dan panorama alam yang menjadi daya tarik Sajiva Residence, terdapat serangkaian pekerjaan teknis yang menjadi bagian penting dalam proses pembangunan kawasan hunian tersebut.
Mulai dari pembangunan dinding penahan tanah, pemadatan berlapis, penggunaan material geosintetik, hingga pengujian kepadatan tanah, berbagai metode rekayasa diterapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan di lapangan.
Project Manager Sajiva Residence, Aldi, menjelaskan bahwa pekerjaan konstruksi bukan sekadar mendirikan bangunan, tetapi juga memastikan proses persiapan lahan dilakukan dengan pendekatan teknis yang sesuai dengan karakteristik lokasi.
"Dalam pembangunan kawasan perumahan, pekerjaan di bawah permukaan tanah sama pentingnya dengan apa yang nantinya terlihat di atas permukaan. Karena itu, persiapan lahan perlu dilakukan dengan metode yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan teknis di lapangan," ujar Aldi.
Rekayasa Lahan Dimulai dari Struktur Penahan Tanah
Salah satu pekerjaan yang dilakukan tim konstruksi Sajiva Residence adalah pembangunan dinding penahan tanah (DPT) sepanjang puluhan meter di bagian perbatasan timur dan selatan kawasan.
Pekerjaan tersebut melibatkan konstruksi dengan kedalaman hingga 2,5 meter, sebagai bagian dari penanganan kondisi tanah di area perbatasan.
Struktur penahan tanah memiliki fungsi penting dalam menahan tekanan lateral tanah. Penerapannya memerlukan perencanaan yang mempertimbangkan kondisi tanah, kontur lahan, tekanan air, serta beban yang bekerja pada struktur. Dalam pembangunan kawasan dengan kondisi lahan yang beragam, pemilihan metode rekayasa menjadi salah satu bagian penting dari proses konstruksi.
Tidak Sekadar Dipadatkan, Tanah Juga Diuji
Selain pembangunan struktur penahan tanah, tim Sajiva Residence juga menerapkan metode pemadatan tanah secara berlapis menggunakan alat vibro roller dan sheepfoot roller. Kedua peralatan tersebut digunakan sesuai kebutuhan pekerjaan untuk membantu mencapai tingkat kepadatan material tanah yang dipersyaratkan dalam perencanaan.
Namun, proses pemadatan bukan hanya tentang penggunaan alat berat. Untuk mengevaluasi pekerjaan tersebut, tim konstruksi juga menggunakan metode pengujian sand cone, yaitu pengujian lapangan yang digunakan untuk mengukur kepadatan tanah.
Pengujian tersebut memungkinkan hasil pekerjaan dinilai berdasarkan data pengukuran dan dibandingkan dengan persyaratan teknis yang berlaku pada pekerjaan terkait. Pendekatan ini menunjukkan bahwa proses pembangunan tidak hanya melibatkan pelaksanaan fisik di lapangan, tetapi juga tahapan pemeriksaan untuk mendukung pengendalian mutu konstruksi.
Geotextile, Geogrid, hingga Pengelolaan Aliran Air
Pekerjaan rekayasa di Sajiva Residence juga melibatkan penggunaan sejumlah material geosintetik, antara lain geotextile dan geogrid. Geotextile dapat berfungsi sebagai pemisah lapisan tanah, filtrasi, maupun drainase, tergantung pada jenis dan rancangan penggunaannya. Sementara itu, geogrid digunakan dalam pekerjaan perkuatan tanah sesuai kebutuhan desain teknis.
Selain material tersebut, penggunaan sirtu atau pasir batu juga menjadi bagian dari pekerjaan persiapan lahan, termasuk pada area yang berkaitan dengan struktur penahan tanah.
Pengelolaan aliran air turut menjadi perhatian dalam pekerjaan konstruksi. Hal ini penting karena keberadaan air di dalam tanah dapat memengaruhi kondisi material, tekanan pada struktur, serta kestabilan bagian tertentu dari lahan. Dalam konteks pembangunan kawasan berkontur, perhatian terhadap drainase dan potensi pergerakan tanah menjadi bagian dari pertimbangan rekayasa yang perlu ditangani melalui perencanaan serta pelaksanaan teknis yang sesuai.
Mengombinasikan Rekayasa Sipil dan Pendekatan Vegetatif
Tidak hanya melalui konstruksi sipil, Sajiva Residence juga memanfaatkan tanaman vetiver atau akar wangi pada bagian lahan terbuka.
Tanaman ini dikenal memiliki sistem perakaran yang dapat membantu mengurangi erosi permukaan tanah ketika ditanam dan dipelihara dengan baik. Pemanfaatan vetiver menjadi salah satu pendekatan pendukung dalam pengelolaan lahan, melengkapi pekerjaan struktur, perkuatan tanah, serta pengelolaan air yang dilakukan di kawasan tersebut.
Meski demikian, pendekatan vegetatif memiliki fungsi yang berbeda dari struktur penahan tanah dan tidak menggantikan kebutuhan analisis kestabilan lereng maupun pekerjaan rekayasa sipil.
Membangun Rumah, Menjaga Kepercayaan Konsumen
Di balik berbagai pekerjaan tersebut, proses pembangunan Sajiva Residence mencerminkan bahwa menghadirkan sebuah kawasan hunian melibatkan tahapan teknis yang tidak selalu terlihat oleh calon pembeli.
Bagi tim proyek, pekerjaan persiapan lahan, pelaksanaan konstruksi, dan pengujian menjadi bagian dari tanggung jawab dalam mewujudkan kualitas pembangunan yang direncanakan.
Manajemen PT Bumi Asia Permata, selaku pengembang Sajiva Residence, turut menegaskan komitmen perusahaan terhadap kualitas hunian dan pengalaman kepemilikan rumah bagi konsumen.
"PT Bumi Asia Permata dan Sajiva Residence berkomitmen penuh menghadirkan hunian yang aman, nyaman, dan lebih dari itu, bisa dibanggakan sebagai sebuah pencapaian hidup," ungkap perwakilan manajemen.
Melalui keterbukaan mengenai metode dan proses pekerjaan di lapangan, Sajiva Residence ingin memperlihatkan bahwa pembangunan hunian bukan hanya tentang hasil akhir yang terlihat, tetapi juga tentang perencanaan, ketelitian pelaksanaan, dan tanggung jawab di balik prosesnya.
Bagi calon pembeli, informasi tersebut dapat menjadi bagian dari pertimbangan untuk mengenal lebih jauh kualitas pembangunan dan komitmen pengembang sebelum memutuskan memiliki rumah.
Publikasi awal: Berita Polri · 29 Oktober 2026.
Baca publikasi asli ↗Punya pertanyaan tentang Sajiva?
Kembali ke artikel ↗
Jadwalkan Survei 

